BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan mengajar sebagai sebuah seni yang lahir dan dikembangkan oleh siapapun berdasarkan improvisasi dan yang akan ditanamkan adalah respeck siswa didik terhadap pendidik ketika pertama kali masuk kelas. Salah satunya adalah harus menguasai teknik membuka dan menutup materi dengan benar. Kegiatan membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan guru harus berkaitan langsung dengan pambahasan materi pelajaran. Kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan pembahasan materi pelajaran tidak termasuk dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran, misalnya kegiatan yang berkaitan dengan administrasi guru termasuk didalamnya memeriksa kehadiran siswa, menyiapkan bahan ajar. B. Rumusan Masalah Dalam makalah ini, kami menyusun perumusan makalah sebagai berikut : 1. Pengertian keteampilan membuka dan menutup pelajaran? 2. Komponen membuka dan menutup pelajaran ? 3. Tujuan keterampilan membuka dan menutup pelajaran ? BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran 1. Pengertian membuka pelajaran Pada dasarnya keterampilan membuka dan menutup pelajaran adalah keterampilan yang berkaitan dengan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh seorang guru dalam memulai dan mengakhiri suatu pelajaran. Soli, Ambimanyu (2008) secara singkat mengemukakan bahwa membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Hal senada juga disampaikan oleh Wardani dan Julaeha (2007) bahwa kegiatan membuka pelajaran merupakan kegiatan menyiapkan siswa untuk memasuki inti kegiatan (kegiatan inti), sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang posi¬tif terhadap kegiatan belajar. Adapun komponen untuk membuka pelajaran adalah: a. Menarik perhatian siswa Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian siswa, antara lain: Gaya mengajar guru. Perhatian siswa dapat ditimbulakan dengan menvariasikan gaya mengajar guru misalnya memilih posisi di kelas dan memilih kegiatan yang berbeda dari biasanya dia kerjakan dalam membuka pelajaran. Penggunaan alat-alat bantu mengajar. Guru dapat menggunakan alat-alat seperti gambar, model, skema dan sebagainya untuk menarik perhatian siswa dan menimbulkan motivasi belajar siswa. Pola interaksi yang bervariasi. Variasi yang dapat digunakan diantaranya guru memberi perintah pada siswa, guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya pada guru atau siswa lainnya yang menjawab pertanyaan tersebut. b. Menimbulkan motivasi Salah satu tujuan dari prosedur membuka pelajaran adalah memilih secara hati-hati hal apa saja yang menjadi perhatian siswa, sehingga dapat digunakan untuk memotivasi mereka. Sedikitnya ada empat cara yang dapat dilakukan yaitu: Dengan kehangatan dan keantusiasan. Guru hendaknya bersikap ramah, antusias, bersahabat, dan hangat. Dengan menimbulkan rasa ingin tahu. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita pada siswa dimana cerita tersebut menimbulkan pertanyaan atau dengan mendemonstrasikan suatu peristiwa. Cara-cara ini sangat baik untuk menimbulkan motivasi pada siswa. Mengemukakan ide yang bertentangan. Guru dapat melontarkan ide-ide yang bertentangan dengan mengajukan masalah atau kondisi sehari-hari. Dengan memperhatikan minat siswa. Minat siswa merupakan gudang kaya bagi aktivitas yang dapat dirancang oleh guru, hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan topik dengan minat siswa. c. Memberi acuan Memberi acuan diartikan sebagai usaha mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal-haal yang akan dipelajari. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut : Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas. Menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan. Mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan.pertanyaan yang diajukan hendaknya mengarahkan siswa dalam mengantisipasi sisi pelajaran yang dipelajari. d. Membuat kaitan Jika guru akan memulai materi pelajaran baru perlu kiranya ia menghubungkannya dengan hal-hal yang telah dikenal siswa atau dengan pengalaman siswa terdahulu untuk mempermudah pemahaman. Usaha guru untuk membuat kaitan ini adalah : Membuat kaitan yang relevan dari bidang studi yang telah dikenal siswa. Menyajikan bahan secara terperinci. Guru membandingkan atau mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dikenal. Guru menjelaskaa konsepnya atau pengertiannya terlebih dahulu sebelum menjelaskan lebih lanjut. Tujuan membuka pelajaran Penerapan kegiatan membuka pelajaran yang dilakukan oleh guru memiliki beberapa tujuan (Wardani dan Julaeha, 2007), yaitu: • Menyiapkan kondisi siap mental siswa untuk mengikuti kegiatan inti pelajaran. • Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa untuk mengikuti pelajaran. • Memberikan gambaran batasan-batasan tugas atau kegiatan yang harus dilakukan siswa. • Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang sudah diketahui dengan yang akan dipelajari. • Memberikan gambaran tentang kegiatan yang akan dilalui siswa. 2. Pengertian menutup pelajran Menutup pelajaran perlu dilakukan agar pengalaman belajar serta materi pelajaran yang telah diterima akan menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman siswa. Menutup pelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya mengetahui tingkat keberhasilan siswa, serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pengajaran. Soli, Ambimanyu (2008) secara singkat mengemukakan bahwa menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Hal senada juga disampaikan oleh Wardani dan Julaeha (2007) bahwa menutup pelajaran adalah kegiatan untuk memantapkan atau menindaklanjuti topik yang akan dibahas. Komponen menutup pelajaran sebagaimana dijelaskan M. Uzer Usman (1992: 85) dalam menutup pelajaran, cara yang harus dilakukan guru adalah: Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran. Melakukan evaluasi. Bentuk evaluasi yang dilakukan oleh guru antara lain adalah mendemonstrasikan keterampilan, mengaplikasikan ide baru pada situasi lain, mengeksplorasi pendapat siswa sendiri dan memberikan soal-soal tertulis. 1. Merangkum atau membuat garis-garis besar persoalan yang baru dibahas, sehingga siswa memperoleh gambaran yang menyeluruh dan jelas tentang pokok-pokok persoalan. 2. Mengkonsolidasikan perhatian siswa terhadap hal-hal yang pokok agar infomiasi yang telah diterima dapat membangkitkan minat untuk mempelajari lebih lanjut. 3. Mengorganisasikan kegiatan yang telah dilakukan untuk membentuk pemahaman baru tentang materi yang telah dipelajarinya 4. Memberikan tindak lanjut serta saran-saran untuk memperluas wawasan yang berhubungan dengan materi pelajaran yang telah dibahas. 5. Menutup dengan salam dan do'a. Tujuan menutup pelajaran Memusatkan perhatian siswa pada akhir pelajaran Memberi pemahaman yang utuh dan mantap tentang materi yang baru dibahas Mengetahui tingkat pencapaian hasil pelajaran yang telah dilakukan (guru dan siswa) Memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai hasil pembelajaran yang dicapai Kegiatan membuka dan menutup pelajaran merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai dan diterapkan oleh guru. Jika keterampilan ini lalai dalam menerapkannya maka kegiatan pembelajaran akan menjadi tidak terarah dan akan mempengaruhi penguasaan pemahaman siswa akan pelajaran. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Membuka pelajaran adalah usaha atau kegiatan yang di¬lakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra-kon¬disi bagi siswa agar mental maupun perhatiannnya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang posi¬tif terhadap kegiatan belajar. Menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. Komponen membuka dan menutup pelajaran adalah sebagai berikut: a. Membuka Pelajaran Membuka Pelajaran, komponennya meliputi: 1. Menarik perhatian siswa. 2. Gaya mengajar 3. Menimbulkan motivasi, disertasi kehangatan dan keantusiasan 4. Memberi acuan melalui berbagai usaha 5. Memberikan apersepsi b. Menutup Pelajaran. Dalam menutup pelajaran, cara yang harus dilakukan guru adalah: 1. Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran. 2. Melakukan evaluasi. 3. Merangkum atau membuat garis-garis besar persoalan yang baru dibahas. 4. Mengkonsolidasikan perhatian siswa terhadap hal-hal yang pokok. 5. Mengorganisasikan kegiatan yang telah dilakukan. 6. Memberikan tindak lanjut serta saran-saran. 7. Menutup dengan salam dan do'a. Tujuan membuka pelajaran • Menyiapkan kondisi siap mental siswa untuk mengikuti kegiatan inti pelajaran. • Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa untuk mengikuti pelajaran. • Memberikan gambaran batasan-batasan tugas. • Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman. • Memberikan gambaran tentang kegiatan yang akan dilalui siswa. Tujuan menutup pelajaran Memusatkan perhatian siswa pada akhir pelajaran. Memberi pemahaman yang utuh dan mantap tentang materi yang baru dibahas. Mengetahui tingkat pencapaian hasil pelajaran yang telah dilakukan (guru dan siswa). Memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai hasil pembelajaran yang dicapai. DAFTAR PUSTAKA http://www.gurukelas.com/2012/05/keterampilan-dasar-mengajar-membuka-dan-menutup-pelajaran.html http://www.m-edukasi.web.id/2012/06/keterampilan-membuka-dan-menutup.html http://kris-smile.blogspot.com/2012/05/teknik-membuka-dan-menutup-pelajaran.html#.uta-bx3wbbl http://www.gurukelas.com/2012/02/komponen-keterampilan-dasar-membuka-dan-menutup-pelajaran.html
Senin, 18 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar